Diduga Kabur Usai Jadi Tersangka, Pengasuh Ponpes di Pati Diburu Polisi

Kabar Terkini- Aparat kepolisian masih memburu seorang tokoh pesantren bernama Ashari yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencabulan terhadap puluhan santriwati di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Keberadaan Ashari hingga kini belum diketahui. Dugaan bahwa ia melarikan diri menguat setelah beberapa kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan yang dilayangkan penyidik. Polisi menyebut tersangka tidak berada di lokasi yang biasa ditempatinya dan diduga telah meninggalkan wilayah Jawa Tengah.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menyampaikan bahwa penyidik telah melakukan pemanggilan terhadap tersangka. Namun, yang bersangkutan tidak hadir tanpa keterangan yang dapat memastikan kesediaannya menjalani proses hukum.

Kiai Ponpes di Pati Diburu Polisi

Setelah dilakukan pemanggilan, tetapi yang bersangkutan tidak datang. Dari hasil pengecekan, diketahui bahwa tersangka tidak berada di tempat dan diduga berada di luar wilayah Jawa Tengah. Menurut kepolisian saat ini terus melakukan upaya pencarian.

Sejumlah langkah penyelidikan dilakukan untuk mengetahui posisi tersangka. Polisi juga berkoordinasi dengan jajaran terkait guna mempersempit ruang gerak Ashari. Artanto menegaskan, apabila keberadaan tersangka telah terdeteksi, petugas akan segera melakukan penangkapan.

Setelah itu, tersangka akan langsung dibawa untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, termasuk pemeriksaan lanjutan dan kemungkinan penahanan. Jika sudah ditemukan, akan langsung dilakukan penangkapan dan penahanan. Adapun kasus ini menjadi perhatian publik karena jumlah korban yang disebut mencapai puluhan orang.

Para korban merupakan santriwati yang berada di lingkungan pesantren tersebut. Penyidik masih terus mendalami keterangan para korban dan saksi untuk memperkuat berkas perkara. Polisi meminta masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan tersangka agar segera melapor kepada aparat terdekat.

Informasi dari masyarakat dinilai penting untuk membantu proses pengejaran. Pihak kepolisian juga memastikan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara serius. Perlindungan terhadap korban menjadi salah satu perhatian utama, mengingat perkara tersebut berkaitan dengan dugaan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.

Hingga kini, pengejaran terhadap Ashari masih berlangsung. Polisi berharap tersangka segera ditemukan agar proses hukum dapat berjalan dan para korban memperoleh kepastian keadilan.